Nilai yang kita olah
melalui Excel sebenarnya dapat dibagi menjadi dua bagian , yaitu nilai formula
dan nilai acuan, nilai formula adalah , dimana semua nilai yang diolah menjadi
satu dengan formula yang dihitung ,
misal =A1 * 20. Angka 20 merupakan nilai formula. Sedangkan pada beberapa
keadaan dimana nilai tersebut sering berubah
, bisa kita gunakan nilai acuan agar tidak perlu merubah melalui
formula. Untuk memudahkan menggunakan nilai acuan , Excel menyediakan fasilitas
Fungsi Lookup , fungsi ini akan melihat
nilai pada tabel yang lain apakah nilai yang di cocokan ada pada tabel tersebut
, untuk kemudian diambil nilainya.
Contoh masalah:
Gambar J.1 Contoh
Penggunaan fungsi Lookup
Permasalahan yang
akan diselesaikan adalah mengisi Gaji
Pokok berdasarkan data yang ada
di atasnya. Hal ini sebenarnya dapat diselesaikan dengan menggunakan
percabangan IF, misalnya untu mengisi sel D8 dapat digunakan rumus =IF(C3=1,$B$2,IF(C3=2,$B$3,IF(C3=3,$B$4,$B$5))). Penyelesaian tersebut dapat digunakan
jika jumlah golongan yang ada hanya
sedikit dan tidak akan berubah, bagaimana jika jumlah golongan mencapai 100 atau
lebih ?. Untuk menyelesaikan permasalahan di atas telah disediakan fungsi VLOOKUP
dan HLOOKUP dengan bentuk fungsinya adalah :
VLOOKUP(lookup
value,table_array,col_index_num[,range_lookup]) dan
HLOOKUP(lookup
value,table_array,col_index_num[,range_lookup]) , dimana :
• lookup_value adalah data yang akan
dicocokkan.
• table_array adalah tempat pencarian data.
• col_index_num adalah data pada kolom keberapa
yang hendak diambil.
• range_lookup (optional) adalah nilai logika
yang dimasukkan, jika diisi TRUE maka
akan dicari sampai
data terdekat, sedang jika diisi FALSE
maka akan dicari data
yang persis sama.
Pemakaian VLOOKUP
untuk kasus di atas adalah pada sel D8 akan kita masukkan rumus =VLOOKUP(C8,$A$2:$B$5,2), dimana C8 adalah
data kunci yang akan dicocokkan, $A$2:$B$5 adalah area pencarian data termasuk
kunci pencarian dan data yang akan diambil, dan 2 adalah menunjukkan kolom ke-2
dari range tersebut adalah data yang diambil.
Atau dengan cara lain dengan menggunakan function wizard sebagai berikut
:
1. Letakkan kursor pada sel C8
2. Klik Insert -> Function
3. Pilih kategori Lookup & Reference
Gambar J.2 (Pemakaian
VLOOKUP)
4. Pilih Menu VLOOKUP. Klik OK.
5. Pada menu VLOOKUP Wizard pilih atau ketik sel
C8.
Gambar J.3 (mengisi Lookup_value)
6. Klik tombol Browse pada Cell Range , Blok A1
hingga B5 , judul kolom tidak usah dipilih.
Gambar J.4 (Mengisi
Table_array)
7. Tambahkan tanda $ untuk Range, sehingga
menjadi $A$2:$B$5 , tanda $ ini untuk menjadikan sel absolut agar jika di copy
ke sel dibawahnya tidak berubah referensinya.
8. Ketik 2 dimana akan mengembalikan ke 2 pada
Col_index_num, untuk lebih jelasnya
bisa dilihat
ilustrasi pada gambar dibawah ini :
Gambar J.5 (Menjadikan Sel Absolut)
pada Col_index_num ketikan : 2
Gambar J.6 (Mengisi Indeks Kolom)
9. Klik OK, kemudian Copykan ke sel dibawahnya. Hasil
akhirnya seperti di gambar
Gambar J.7 (Hasil Akhir VLOOKUP)
Sebagai pedoman dalam pemakaian VLOOKUP ini adalah kunci pencarian harus berada di kolom
paling kiri dari table_array dan kunci pencarian tersebut hars dalam keadaan
sudah terurut. Pemakaian HLOOKUP sama dengan VLOOKUP, perbedaannya hanya dalam
hal penyusunan datanya, yaitu kalau VLOOKUP datanya disusun secara vertikal
sedangkan kalau HLOOKUP datanya disusun secara horisontal.
*sumber: Pelatihan
Aplikasi Software Perkantoran.pdf
sekian.. semoga bermanfaat :)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar