Minggu, 02 Desember 2012

MENGGUNAKAN FOOTNOTE PADA MICROSOFT WORD



       Footnote atau catatan kaki berguna untuk memberikan keterangan atau uraian terkait dengan tulisan pada dokumen yang kita buat. Pada umumnya, catatan kaki dipakai pada karya tulis, skripsi, thesis, laporan ilmiah ataupun yang lainnya. Footnote umumnya berupa nomor bilangan kecil yang ditulis dalam bentuk seperti pemangkatan (superscript). 

Langkah-langkah untuk membuat footnote pada Microsoft Word adalah:
1. Pilih Lokasi Penempatan Footnote
Pilh posisi dimana kita akan menempatkan footnote, tempatkan kursor editor di lokasi tersebut.
2. Menyisipkan Footnote
Untuk menyisipkan footnote Klik tab References lalu klik perintah Insert Footnote  pada grup footnotes.

Gambar F.1 (Memasukan Footnote pada dokumen)


3Panduan mengisi dialog Footnote
Setelah kita klik tombol Insert Footnote, kemudian akan muncul tampilan dialog untuk menyisipkan footnote
Gambar F.2 (Panduan mengisi dialog Footnote)


-          Pada kotak pilihan location, tentukan dimana catatan kaki akan ditempatkan.
-           Pada   pilihan   format   tentukan   jenis   penandaan   nya   apakan   dengan   format   number   pada number format (tersedia beberapa pilihan) atau tanda lain pada Custom   Mark (bisa dengan  karakter khusus dengan memilih tombol Symbol).
-          Pada pilihan start at, tentukan nomor awal catatan kaki dimulai (bila menggunakan format nomor).
-          Numbering. Jika kita menggunakan format nomor (pilihan number format), ingin nomor tersebut berurutan untuk keseluruhan dokumen atau untuk setiap section dimulai kembali dengan angka yang sudah kita isikan pada kotak Start At.


4.Sisipkan Footnote
Setelah kita selesai mengisi format footnote, klik Insert untuk menambahkan footnote pada dokumen kita. 
5. Menghapus Footnote
Jika kita ingin menghapus footnote, maka kita hapus angka kecil yang ada di ketikan dokumen, maka angka dan keterangan / uraian yang ada di catatan kaki pada bagian bawah halaman otomatis akan ikut terhapus.

Pedoman dan Petunjuk Penulisan Catatan Kaki (Footnote)

Dalam membuat catatan kaki suatu karya ilmiah, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
§  Catatan kaki ditulis dengan jarak 1 spasi
§  Catatan kaki tidak menggunakan istilah opera citato (op.cit) dan loco citato (loc.cit), tetapi setelah ibiden (ibid) tetap digunakan. Jika referens yang dirujuk telah diselingi oleh referensi lain, maka cukup ditulis nama pengarang, judul awal artikel atau buku, dan halaman buku yang dirujuk.
§  Jika karya yang dirujuk berupa terjemahan, maka nama penerjemah ditulis setelah judul karya dan didahului kata "terj"
§  Judul artikel dalam jurnal atau buku antologi (bunga rampai) ditulis tegak diberi tanda kutip, sementara nama jurnal atau buku antologi ditulis miring.
§  Penulisan nomor halaman ditulis angka halaman yang maksud dengan tulisan h, diakhiri tanda titik.
§  Penulisa kota, nama penerbit, dan tahun terbit diletakkan dalam kurung, dengan perincian kurng buka (diikuti nama kota, titik dua (nama penerbit, koma ( , ), tahn terbit, dan tutup kurung), tanda koma ( , ) diletakkan setelah nama pengarang, judul artikel atau buku, dan identitas penerbit.


Jenis & Contoh Catatan Kaki / Foot Note
Perhatikan contoh penggunaan catatan kaki yang digunakan pada buku Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer karya Jujun Suriamiharja berikut! Perhatikan pula nomor pada teks dan keterangan sumbernya pada catatan kaki.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Ilmu dan Moral

Penalaran otak orang itu luar biasa, demikian simpulan ilmuwan kerbau dalam makalahnya, namun mereka itu curang dan serakah ...  [1]Adapun sebodoh-bodoh umat kerbau, sungguh menggelitik nurani kita. Benarkah bahwa makin cerdas maka makin pandai kita menemukan kebenaran, makin benar maka makin baik pula perbuatan kita? Apakah manusia yang mempunyai penalaran tinggi, lalu makin berbudi sebab moral mereka dilandasi analisis yang hakiki, ataukah malah sebaliknya: makin cerdas maka makin pandai pula kita berdusta? Menyimak masalah ini, ada baiknya kita memperhatikan imbauan Profesor Ace Partadiredja dalam pidato pengukuhannya selaku guru besar ilmu ekonomi di Universitas Gajah Mada, yang mengharapkan munculnya ilmu ekonomi yang tidak mengajarkan keserakahan?[2]



[1] Taufiq Ismail, Membaca Puisi, Taman Ismail Marzuki, 30-31 Januari 1980.
[2] Kompas, 25 Mei 1981.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Bagi penulis, penggunaan catatan kaki ini sedikit lebih merepotkan dibandingkan dengan cara Harvard karena harus mengatur ruang pada bagian bawah halaman untuk tempat catatan kaki. Akan tetapi, bagi pembaca catatan kaki ini sangat memudahkan mengetahui sumber tanpa harus melihat daftar pustaka yang letaknya di bagian akhir buku.

Catatan kaki untuk buku dimulai dengan nama pengarang diikuti koma, judul buku (ditulis dengan huruf awal kapital dan dicetak tebal atau dicetak miring), nomor seri, jilid dan nomor cetakan (kalau ada), kota penerbit (diikuti titik dua), nama penerbit (diikuti koma), dan tahun penerbitan (ditulis dalam kurung dan diakhiri dengan titik).

Catatan kaki untuk artikel dan majalah dimulai dengan nama pengarang, judul artikel, nama majalah, nomor majalah jika ada, tanggal penerbitan, dan nomor halaman. Jika dari sumber yang sama dikutip lagi, pada catatan kaki ditulis ibid. (singkatan dari ibidum) yang artinya sama persis sumbernya dengan catatan kaki di atasnya. Jadi mirip dengan idem atau sda. Untuk sumber yang telah disisipi sumber lain, digunakan istilah op. cit. (singkatan dari opere citato). Untuk sumber dari majalah dan koran yang telah disisipi sumber lain digunakan istilah loc. cit. (singkatan dari loco citato).





Sekian.. semoga bermanfaat :)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar